Chapter 1

Chapter 1

“IKHTIAR DAN TAWAKAL”

 

Aku duduk tegak di salah satu ruang kelas di SMP IT setingkat dengan SMP. Di temani dengan hawa ruangan yang dingin, Bu siti selaku wali kelasku di kelas 2 SMP memberikan sebuah rapot (laporan hasil belajar). Tertulis nama “Aleq Alfarizi”, Ditemani ibuku, langsung ku buka rapot itu.

Dengan badan yang gemetar, kubuka lebar demi  lembar. “Nah ini dia” kata ibuku, ku telusuri dengan jari, ku amati dengan pasti. Alhamdulillah nilaiku tidak ada yg dibawah KKM (kriteria ketuntasan minimal), hanya ada satu nilaiku yang jelek yaitu mata pelajaran Bahasa Inggris.

“Hmmm….bagus juga nilaimu leq” komentar ibuku.

masih saja jariku turun naik, mengamati nilai-nilai ku.

“eh, tunggu, tapi ini kok nilai Bahasa Inggris mu jelek leq?”tanya ibuku

Dengan badan yang gemetar “hehehe iya bu, ini semalam saya Cuma kurang fokus aja” jawabku.

Aku memang anak yang bisa dibilang tidak pintar dalam pelajaran Bahasa Inggris. Sering ku amati dan ku pelajari, tapi entah kenapa otak ini seakan tidak mau menerima semua yang ku pelajari.

Sering ku bertanya pada temanku, salah satunya Rahmat, Rahmat adalah teman dekatku. Sering ku bertanya padanya tentang mata pelajaran Bahasa Inggris. Masih hangat dalam ingatanku ketika aku bertanya

“Mat, kok ente pinter bener di pelajaran Bahasa Inggris?”tanyaku, Rahmat hanya tersenyum

“sebenernya apa sih rahasianya?”tanyaku lagi

“Aku sih cuma sering dengerin lagu yang berbahasa Inggris, terus nonton film yang berbahasa Inggris tapi ada subtitle nya, sama baca-baca novel yang berbahasa Inggris”jawabnya

“oh gitu mat…ane juga mau coba dah”kataku

“Sip lah” jawabnya

Hari demi hari ku lewati, sudah banyak lagu yang ku download, sudah banyak film yang ku tonon, dan banyak pula novel berbahasa Inggris menumpuk dirumahku. Tetapi tetap saja sulit bagiku untuk mempelajari Pelajaran Bahasa Inggris.

Sampai ku teringat satu kalimat yang diajarkan ustadz Zainal kepadaku

“Kalo temen-temen mau sukses, kuncinya cuma 2 yaitu, Ikhtiar dan tawakal, tapi jangan kebalik, ikhtiar dulu sekuat tenaga, baru tawakal.”Jelasnya

Kalimat inilah yang selalu ku ingat dan menjadi awal dari kesungguhanku dalam belajar dan meraih cita-cita.

“IKHTIAR DAN TAWAKAL”


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *