Chapter 3

Chapter 3

MENULIS

Sudah beberapa minggu aku dirwat di sini, bau obat yang sangat menyengat membuatku tidak betah di rumah sakit, ditambah keterbatasanku melakukan aktivitas rasanya aku tidak mau lagi berada di rumah sakit ini.

Dengan persetujuan dari dokter, aku dan ibuku bergegas pulang, di rumah ditemani sinar rembulan yang terang aku mulai berpikir, apa yang akan aku lakukan? Apakah melanjutkan SSB dan mengikuti seleksi tahun depan? Tapi itu semua mustahil dengan kondisi ku saat ini.

Dipagi hari yang cerah aku mulai bersekolah, walaupun dengan kondisi tubuh yang kurang sehat aku tetap bersekolah untuk mengejar ketertinggalan pelajaran.

Bahasa Indonesia adalah pelajaran pertama dihari ini.

“Baik anak-anak kalian membuat sebuah cerita, bebas tentang apa saja” Ucap Bu Susi (guru bahasa Indonesia kami)

“Jangan lupa nanti dikumpulkan di kertas ya” Tandasnya lagi

Tanpa banyak basa basi kuambil sebuah buku dari tasku dan ku robek selembar kertas, aku mulai ber imajinasi dan mulai menuangkannya dalam tulisan.

Ku tuliskan semua kisah hidupku, mulai dari mewujudkan mimpi hingga harus gagal dalam mewujudkan mimpi, lalu ku letakkan hasil karya ku di meja guru.

Sepulang sekolah aku bertemu dengan bu Susi

“Leq tadi ibu sudah baca karya mu, setelah ibu perhatikan karanganmu bagus juga leq” ucap bu Susi

“Kamu sering mengarang ya? Kamu punya blog nggak” lanjutnya

“Hehehe, enggak bu” jawabku

“oh, yaudah ibu duluan ya”

“iya bu”

Dari sini aku mulai berpikir, setelah aku gagal menjadi pemain sepak bola, apakah aku akan menjadi seorang penulis?.

Mulai hari ini ku habiskan hari-hariku dengan menulis, ku coba membuat sebuah cerita tentang hidupku, tapi hasilnya jelek dan selalu saja begitu.

Aku mulai berpikir kembali dan kuputuskan aku berhenti menulis (mengarang) dan mencari hobi lain, berhari-hari aku coba berpikir tapi tidak ada hasilnya.

Sampai aku terlupa dua bulan lagi aku lulus dari sekolah ini, dan aku lupa bahwa aku harus menyelesaikan karya tulisku sebagai salah satu syarat kelulusan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *