Chapter 4

Chapter 4

BAGAIKAN PEDANG MENUSUK DI HATI

 

Bu Susi adalah guru pembimbingku dalam mengerjakan karya tulis, hampir setiap hari sepulang sekolah, aku menyempatkan waktu untuk bertemu bu Susi dan menanyakan soal karya tulis, walaupun hanya sebentar.

Di hari pertama setelah aku menjelaskan tujuan menemui bu Susi, bu Susi bertanya,

“Leq, kamu mau kartul (karya tulis) yang biasa atau yang luar biasa?”

“yang luar biasa lah bu” sahutku

“Baik, kamu mau bukin tentang apa?”

Seketika aku terdiam, aku bingung akan membuat kartul yang seperti apa. Dari kejauhan ku lihat sebuah handphone tergeletak di sebuah meja berwarna coklat. Bibirku mulai bergerak dan mulutku mulai berkata “Handphone”.

“Kamu mau buat tentang handphone?”

“I……Y…….A, bu” jawabku dengan ragu

“Oke, nanti bab satu kamu buat pendahuluan yang isinya, latarbelakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, hipotesis, sama metode penelitian.”

“Maaf bu, hipotesis itu apa bu?”

“Hipotesis itu dugaan sementara”

“Ooooooh.., oke bu, berhubung udah sore saya pamit pulang dulu ya bu, nanti dirumah saya coba bikin bab satu, abis itu nanti ibu koreksi.”

“Oke”

Ba’da maghrib, sebelum aku mulai menulis, ku ambil sebotol kopi kemasan, dengan kondisi yang dingin, ku minum kopi itu sedikit demi sedikit sambil mulai menulis karya tulisku.

Lama waktu berselang, jam dinding besar berwarna hitam yang tegantung di dinding rumahku menunjukkan pukul 22.30. bab satu sudah selesai ku tulis kini saatnya aku print hasil karyaku untuk ku berikan pada bu Susi esok hari.

Di pagi hari mentari memberikan sinar hangat yang menusuk sanubari, aku berangkat dengan semangat yang tinggi.

Pagi ini sesuai dengan rencana awal, aku pergi menemui bu Susi untuk memberikan hasil karya tulisku.

“Bu, bu Susi”

“iya”

“Ini semalam saya buat bab satu” sambil memberikan karya tulisku

“Bu Susi coret-coret gak apa-apa ya”

“Iya bu gak apa-apa”

Bu Susi terdiam, mulutnya berkomat-kamit dan matanya tajam memperhatikan setiap lembar karya tulisku.

Sebuah pulpen dikeluarkan dari kantongnya dan mulai mencoret-coret. Hasil kerja kerasku semalam tercoret banyak tinta hitam, ini menandakan banyak yang harus aku perbaiki. Aku sempat kesal, BAGAIKAN PEDANG MENUSUK DI HATI, menyakitkan, pasalnya hasil kerja kerasku semalam kandas dengan coretan tinta hitam.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *