Chapter 5

Chapter 5

JANGAN PERNAH TINGGALKAN SHALAT

 

Aku geram dengan banyaknya tinta hitam yang mencoret-coret karya tulisku. Dan dikesempaan ini aku tak mau lagi ada tinta hitam yang tercoret di karya tulisku.

Sepulang sekolah aku sempatkan pergi ke perpustakaan sekolah untuk melihat dan mempelajari isi karya tulis yang telah dibuat kakak kelasku.

Ruangan yang tidak terlalu dingin dan wangi semerbak yang menusuk hidungku menemani dalam setiap lembar karya tulis yang ku buka.

Ku hampiri sebuah rak besar berwarna cokelat yang terbuat dari kayu, ku ambil sebuah karya tulis darinya.

“Pengaruh Penggunaan Handphone Terhadap Remaja Masa Kini”.

Ya, itulah judul karya tulis yang pertama kali ku buka dan ku pelajari.

Dari sana aku belajar bagaimana cara memilih serta mendapatkan gaya bahasa, pilihan kata yang tepat, sekaligus aku tau bagaimana cara menulis karya tulis dengan benar.

Mulai dari sana , aku lebih banyak tau tentang karya tulis, dan ternyata karya tulis itu tidak semata-mata dibuat begitu saja, namun harus dibuat dengan pemikiran yang matang dan sebuah ketenangan.

Sudah hampir 3 bulan berlalu, akhirnya aku dapat menyelesaikan karya tulisku, rasa senang bercampur bahagia turut hadir mewarnai kegembiraanku, tapi ada sedikit kesedihan yang tertanam dalam hati.

Ya, hanya tinggal kurang lebih dua bulan lagi bersekolah di sini, aku harus melanjutkan pendidikan ke SMA.

Rasa sedih…

Memang terkadang ia hadir dalam kegembiraan….

Merampas kesenangan…..

Dan mengambil alih kebahagiaan….

Tapi itu semua tidak boleh membuatku larut dalam kesedihan….

Aku yakin dibalik itu semua terdapat sebuah kebaikan….

Hari ini sehabis shalat duha, ada acara pembekalan, sepatah dua patah kata kalimat nasehat dan pembangkit semangat dari ketua yayasan di sekolah kami.

Pada intinya ketua yayasan kami berpesan, “Jadi apapun anda dan dimana pun anda berada nanti, jangan pernah tinggalkan shalat !” “ini adalah pesan yang saya dapatkan ketika saya mondok dulu di pesantren, Dadi opo koe, nang ndi wae koe, ojo lali solat, itu pesan yang saya dapat dari guru saya dulu “ jelasnya.

Ini merupakan pesan yang aku ingat hingga saat ini, dan akan ku ingat selamanya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *