BIOGRAFI HILMI ALWAN HUSAIN

BIOGRAFI HILMI ALWAN HUSAIN

Hilmi memiliki nama lengkap Hilmi Alwan Husain, Lahir di kota tangerang selatan, pada 13 Mei 2004. Ibunya bernama soliyah, yang berasal dari kota Tegal, dan ayahnya bernama Yulianto, yang berasal dari kota kediri. Hilmi memiliki seorang adik bernama Hilma, nama lengkap nya Hilma Yaumi Shakila.

Hilmi tinggal di sebuah kelurahan bernama kademangan, sejak ia di lahirkan ia sudah tinggal di sana bersama keluarga nya. Riwayat pendidikan, ia pernah sekolah di MI Math’laul Anwar, SMP dia tempuh di SMP IT Insan Harapan, Dan kini ia menuntut ilmu Di sebuah sekolah islam MAN 1 TANGSEL.

Dalam hidupnya hilmi memiliki banyak cita-cita yang ia coba realisasikan melalui berbagai macam cara.

Cita-cita yang ingin ia capai adalah, pengusaha, pemain sepak bola, penulis dan pembicara. Menjadi pengusaha adalah cita-cita yang ingin dia realisasikan melalui jalur pendidikan, itulah alasannya mengapa ia lebih memilih masuk jurusan ips di banding jurusan ipa. Ia juga pernah sekolah sepak bola di sebuah SSB dekat rumahnya, dengan harapan ia dapat mengusai skill skill sepak bola agar dapat menjadi pemain sepak bola. Kini ia juga memiliki project novel nya yang ingin segera ia selesaikan sebagai start awal menjadi seorang penulis. Ia juga senang melatih publik speaking nya, berbicara di depan umum agar dapat menjadi seorang pembicara.

Ia juga sempat memiliki nama panggilan yaitu Aleq yang juga di lanjutkan dengan nama belakang yaitu Alfarizi. Nama “Aleq” sendiri ia dapatkan ketika ia masih duduk di kelas 8 SMP. Dan nama “Alfarizi” adalah nama yang ia berikan sendiri untuk dirinya.

Nama Aleq Alfarizi juga ia gunakan dalam tokoh utama pada project novelnya, walaupun project novelnya belum selesai, namun ia tetap berusaha agar novelnya dapat selesai dan segera terbit.

Terkadang ia kesulitan dalam membagi waktu, kapan untuk belajar, bermain sepak bola, dan kapan untuk menulis melanjutkan novelnya yang belum rampung. Walaupun kadang ia merasa lelah dan ingin menyerah, namun ia tetap berusaha, karena di pikirannya hanya ada hasil yang indah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *