BIOGRAFI HILMI ALWAN HUSAIN

BIOGRAFI HILMI ALWAN HUSAIN

Hilmi adalah seorang anak keturunan Jawa, Ibunya berasal dari Kota Tegal dan ayahnya berasal dari Kota Kediri. Anak yang bernama lengkap Hilmi Alwan Husain itu lahir di Tangerang 13 Mei 2004, Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara.

Sejak kecil ia dididik dengan didikan yang keras oleh ayahnya, itu membuat Hilmi kecil tidak mau kalah dalam hal apapun, mulai dari pendidikan sampai hal hal kecil seperti permainan, ia selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam hal apapun. Pada riwayat pendidikan Hilmi pernah bersekolah di MI Mathla’ul Anwar, SMP IT Insan Hrapan, dan kini ia bersekolah di Madrasah Aliyah Negri 1 Kota Tangerang Selatan.

Bagi Hilmi Hidup yang ia jalani adalah sebuah perjalanan, dan tujuan merupakan hal yang wajib ada dalam sebuah perjalanan, tujuan itu yang banyak merubah kehidupan Hilmi pada saat ia remaja. Baginya dalam mencapai tujuan perlu ada pengorbanan dan perlu ada pengetahuan sekaligus informasi yang cukup, hal itulah yang membuat Hilmi senang belajar hingga saat ini.

Di saat usia yang masih kecil, ia sering ditanya tentang cita-cita nya, sebagai mana anak kecil lainnya, ia hanya mengucapkan apa yang dia dengar tanpa pemikiran yang matang. Ketika usianya menginjak remaja ia coba memulai memikirkan apa yang akan ia lakukan kedepan termasuk memikirkan tentang cita cita.

Pada usianya yang menginjak 16 tahun ia bertekad untuk menjadi seorang Pembisnis, penulis sekaligus pembicara. caranya untuk mencapai tekadnya tersebut pun beragam, mulai dari pindah jurusan semula IPA menjadi IPS, melatih publik speaking hingga memiliki project menulis buku, namun sayangnya kini ia kesulitan untuk membagi waktu, sehingga project menulisnya terbengkalai. Selain itu ia sempat memiliki cita-cita sebagai pesepak bola profesional, ia pernah mengenyam pendidikan sekolah sepak bola disalah satu SSB di kotanya, namun ia mengubur mimpinya dalam dalam untuk mnjadi pesepak bola karena ada suatu alasan yang tidak ingin ia sebutkan.

Pada saat remaja ia tertarik untuk mempelajari perbandingan agama/kepecayaan. Alasan mempelajari perbandingan kepercayaan tersebut karena Hilmi adalah seseoang yang tidak mudah percaya terhadap orang lain, termasuk kepada agama yang dianutnya saat ini, maka ia harus melakukan penelitian untuk menentukan agama yang benar. Namun setelah melakukan penelitian yang panjang ia tetap pada agamanya yang saat ini dan tidak ingin berpindah kepercayaan, karena ia yakin agama yang dianutnya saat ini adalah agama yang benar.

Sebenarnya dalam hidupnya ia ingin melakukan banyak  hal, namun karena kesibukannya yang begitu banyak membuatnya sulit untuk membagi waktu.

 

 

Bersambung…..

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *